Langsung ke konten utama

Kreatifitas dan Branding Public Relations

Brand atau merek merupakan sebuah nama, tanda, simbol yang bertujuan untuk mendefinisikan suatu barang atau jasa yang nantinya dapat membedakan produk yang satu dengan yang lainnya. Dalam hal ini dalam membuat brand maka seorang PR akan membuat strategi branding sebagai sebuah kegiatan yang bertujuan untuk membuat suatu brand. Beberapa hal yang termasuk ke dalam strategic branding adalah (1) Brand Positioning yang merupakan suatu cara untuk menunjukkan dan mendemostrasikan keunggulan dari suatu merek, (2) Brand Identity bertujuan untuk menyampaikan merek, latar belakang merek, tujuan dan ambisi dari merek, (3) Brand Personality, suatu cara yang menumbuhkan daya tarik merek di luar mata konsumen.

Kemudian (4) Brand Communication yang didalamnya melakuka kegiatan bekerja sama dengan perusahaan lain serta membuat iklan, (5) Brand Equality yang merupakan kekuatan suatu merek yang dapat menambah atau pun mengurangi nilai dari merek itu sendiri. Seorang PR tentunya memberikan kontribusi pada pembentukan image dari sebuah brand. Maka dari itu PR memiliki beberapa strategi dalam membangun sebuah brand, yaitu membangun kredibilitas, menumbuhkan kepercayaan, membangun keeratan hubungan, membangun pemahaman, menumbuhkan kesukaan terhadap brand, serta mengubah sikap dan persepsi.

Praktisi PR yang profesional akan melihat keterlibatannya dalam strategi marketing perusahaan sebagai peluang untuk menimbulkan nilai tambahan dari keberadaan PR itu sendiri di dalam perusahaan. Cyber branding merupakan salah satu bentuk inovasi dari E-PR yang dikenal sebagai Cyber PR dalam membangun brand awareness, dimana kegiatan ini dilakukan secara online melalui internet. Melakukan cyber branding merupakan langkah yang strategis untuk menjangkau publik yang lebih luas tanpa batas. Cyber branding juga meliputi tiga I, yaitu informasi, interaktivitas dan insting. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Profil Pengendara Bus Kampus Universitas Andalas

Syahrial atau yang akrab dipanggil mak utiah lahir pada tanggal 28 Oktober 1959, dimana saat ini ia bekerja sebagai pengendara bus kampus di Universitas Andalas (Unand). Sebelum ia bekerja di unand, ia sempat bekerja di pulau jawa khususnya daerah Jakarta sebagai supir bus pariwisata bahkan supir truk. Namun saat tahun 1997 beliau pulang ke Padang karena pada tahun 1998 waktu itu sedang terjadi krisis ekonomi di Jakarta yang mengakibatkan mogoknya perekonomian yang berdampak pada penghasilan dan pekerjaan yang dijalani oleh mak utiah apalagi saat itu ia sedang bekerja menjadi supir taksi bluebird. Awal beliau menjadi supir bus kampus unand adalah saat tahun 2001 akhir dimana unand membuka pendaftaran supir untuk menjalankan bus yang akan dipakai oleh mahasiswa. Setelah mealui beberapa tahap tes, dan lulus beliau mulai bekerja dari tahun 2002 sampai dengan sekarang. Dimana sekarang ada 35 bus yang di peruntukkan untuk 35 supir. Karena itu satu orang supir bertanggung jawab akan...

Berita Straight News

Relawan Sosial Di Universitas Andalas Padang ― Di lingkungan atau kehidupan kita sehari-hari kita sering mendengar istilah relawan sosial, namun apakah di lingkungan perkuliahan pun ada sebuah perkumpulan yang disebut dengan relawan sosial ini? Kementrian Sosial dan Masyarakat (Kemensosmas) dari Badan Eksekutif   Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Universitas Andalas (BEM KM UNAND) membuat suatu program yaitu dengan dibentuknya relawan sosial. Dimana relawan sosial ini bergerak di kegiatan sosial, kebencanaan dan kegiatan-kegiatan yang diadakan oleh Kemensosmas seperti bergabung dalam membina adik-adik di sebuah panti binaan BEM KM UNAND dan diikutsertakan dalam kegiatan kebencanaan yang ada disekitar universitas andalas atau pun sumatera barat. Relawan sosial ini merupakan organisasi yang diresmikan oleh Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) KM UNAND di Sekretariat BEM KM UNAND. Humas dari Kemensosmas, Mirna, mengatakan bahwa relawan sosial terbentuk pada bulan September 2016...

Posisi PR di dalam Perusahaan dalam Menjalankan Aspek-Aspek Corporate Communication

Secara umum PR mempunyai kedudukan yang sangat strategis yang berada diantara dua pihak publik baik itu pihak internal maupun eksternal. Dengan kedudukannya yang strategis maka seorang PR harus peka terhadap kedua kepentingan publik. Seorang PR dalam menjalankan fungsinya dituntut untuk memiliki empat kemampuan berikut: memiliki kemampuan mengamati dan menganalisis suatu persoalan berdasarkan fakta di lapangan, kemampuan untuk menarik perhatian melalui berbagai kegiatan yang inovatif dan kreatif, kemampuan untuk mempengaruhi pendapat umum dengan merekayasa pandangan atau opini publik, serta kemampuan menjalin suasana saling percaya, good will dengan berbagai pihak. Perbedaan pokok antara PR pada instansi pemerintahan dengan swasta adalah tidak adanya unsur komersial. Corporate communication  merupakan suatu fngsi manajemen dalam perusahaan yang menangani segala usaha membangun dan mempertahankan image  positif perusahaan dengan membangun komunikasi yang efektif baik secar...